BONDOWOSO — Di bawah naungan atap kandang sederhana milik Supandi, keagungan itu terpancar nyata. Langkah fisiknya kokoh, otot-ototnya padat, dan sorot matanya memancarkan wibawa sang juara. Sapu Jagad bukan sekadar nama, melainkan cerminan ketangguhan yang telah teruji dalam sembilan kali laga tanpa goyah.
Namun, mempertahankan mahkota di ajang sebesar Piala Presiden bukanlah perkara mudah. Peta persaingan di tingkat daerah kian membara. Pada Minggu, 26 Juli 2026, persaingan sengit sempat tersaji dalam ajang Kontes Sapi dan Expo Piala Bupati Blitar di Pasar Hewan Terpadu Kecamatan Wlingi. Sebanyak 170 ekor sapi tangguh dari Blitar maupun luar daerah saling beradu dalam 9 kategori bergengsi—mulai dari kelas pedhet, PO Extreme, hingga kelas Extreme bebas.
Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM., yang menyerahkan langsung juara 1, menegaskan bahwa ajang berskala besar seperti ini tidak hanya memacu semangat para peternak untuk melahirkan sapi-sapi kelas wahid, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah.
Melihat panasnya peta kekuatan para pesaing dari berbagai daerah tersebut, persiapan Sapu Jagad menjadi semakin krusial. Bagi Supandi, setiap hari adalah pertarungan untuk memastikan sang raksasa berbobot 1,4 ton ini berada di puncak performa.
Tak hanya perawatan harian yang ekstra ketat, tim medis hewan dari Kecamatan Grujugan turut dipasangkan untuk mengawal sang juara. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, Dokter Hewan Kurniati Sarwendah turun langsung menyambangi kandang untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan suntikan vitamin demi menjamin kesehatan Sapu Jagad tetap prima.
Dukungan penuh dan doa pun terus mengalir dari jajaran pemerintah setempat. Camat Grujugan, Azas Suwardi, menyampaikan rasa bangga yang mendalam sekaligus gantungkan harapan besar di pundak Sapu Jagad dan Supandi.
"Sapu Jagad bukan sekadar kebanggaan Desa Taman atau Kecamatan Grujugan, tetapi juga kehormatan bagi seluruh masyarakat Bondowoso. Kami berharap Sapu Jagad mampu tampil maksimal, menjaga tradisi juara, dan membawa pulang piala tertinggi di ajang Piala Presiden nanti," ujar Azas Suwardi.
Lebih lanjut, Camat Grujugan berpesan agar prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh peternak lokal di Grujugan untuk terus berinovasi dan membuktikan bahwa potensi peternakan daerah mampu bersaing di kancah nasional.
Kini, di tengah sengitnya peta persaingan peternak ternama dari berbagai daerah di Jawa Timur, seluruh mata tertuju pada langkah berikutnya. Mampukah sang raksasa 1,4 ton ini menaklukkan para pesaingnya dan membawa pulang mahkota paling bergengsi di Piala Presiden?
Waktu yang akan menjawabnya.